Mumi Fir‘aun sebagai Bukti I‘jāz Ghaibī: Analisis QS. Yunus [10]: 92 dan Perspektif Arkeologi

Authors

  • Khomsa Maulana MA'HAD ALY WALINDO
  • Fikri Hidayat El Izat Ma’had Aly Walindo Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.65097/at-takwin.v1i2.89

Keywords:

I‘jāz Ghaibī Kata Kunci 2; Mumi Fir‘aun Kata Kunci 3; QS Yunus 92 Kata Kunci 5; Arkeolog

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena jasad Fir‘aun sebagai salah satu indikator i‘jāz ghaibī dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada QS. Yunus [10]: 92 yang menyatakan bahwa jasad Fir‘aun diselamatkan agar menjadi tanda bagi generasi setelahnya. Ayat ini mengandung dimensi pemberitaan ghaib yang berorientasi masa depan (ghaib mustaqbal), karena fungsi tandanya melampaui konteks sejarah Nabi Musa a.s. dan terus relevan bagi generasi berikutnya. Kajian ini berangkat dari problem akademik tentang bagaimana teks wahyu dipahami dalam dialog dengan temuan arkeologi modern tanpa mengaburkan metodologi tafsir. Penelitian menelaah struktur bahasa ayat, penafsiran para mufassir klasik dan kontemporer, serta pengembangan konsep i‘jāz ghaibī dalam studi ulūm al-Qur’an. Selain itu, dibahas pula data arkeologi Mesir kuno terkait praktik mumifikasi dan penemuan mumi para raja sebagai bahan refleksi komparatif. Kajian ini tidak menempatkan sains sebagai validator wahyu, melainkan sebagai media tadabbur yang memperluas pemahaman terhadap fungsi tanda dalam ayat. Hasil kajian menunjukkan bahwa redaksi penyelamatan jasad Fir‘aun memiliki kekuatan teologis, linguistik, dan tematik yang mendukung klasifikasi i‘jāz ghaibī kategori mustaqbal. Keberadaan jasad penguasa zalim sebagai bukti sejarah yang dapat disaksikan lintas generasi memperkuat dimensi ibrah Qur’ani. Integrasi tafsir dan temuan ilmiah, bila dilakukan secara metodologis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian i‘jāz tematik yang bertanggung jawab secara akademik

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qurṭubī, Muḥammad ibn Aḥmad. 2006. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasat al-Risālah.

Al-Suyūṭī, Jalāl al-Dīn. 2008. Al-Itq ān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Ṭabarī, Muḥammad ibn Jarīr. 2001. Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Beirut: Dār Hajr.

Al-Zarqānī, Muḥammad ‘Abd al-‘Aẓīm. 1995. Manāhil al-‘Irfān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Bucaille, Maurice. 1978. The Bible, the Qur’an and Science. Indianapolis: American Trust Publications.

Hawass, Zahi. 2000. The Golden Age of the Pharaohs. Cairo: American University in Cairo Press.

Ibn Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar. 1999. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah.

Ikram, Salima, and Aidan Dodson. 1998. The Mummy in Ancient Egypt: Equipping the Dead for Eternity. London: Thames & Hudson.

Rahman, Fazlur. 1980. Major Themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Maulana, K., & Fikri Hidayat El Izat. (2025). Mumi Fir‘aun sebagai Bukti I‘jāz Ghaibī: Analisis QS. Yunus [10]: 92 dan Perspektif Arkeologi. At-Takwin: Journal of Islamic Education Studies, 1(2), 120–126. https://doi.org/10.65097/at-takwin.v1i2.89

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.